Bahagia

Kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya, kepada Tuhan yang menciptakan senja dan air hujan, dan kepada Tuhan yang menciptakanku dan dirinya- aku mencintainya.

Sungguh, aku mencintainya.

Pagi, siang, malam, tak hentinya aku memikirkannya. Memikirkan berapa helai rambut yang jatuh dari kepalanya. Memikirkan berapa kali senyum yang ia kembangkan hari ini. Dan memikirkan seberapa besar cintanya yang ia berikan padaku.

Setiap malam sebelum tidur, kusempatkan diri untuk menerawang. Menembus langit-langit hingga putaran galaksi, demi menjangkau imajinasiku. Berangan-angan ketika kau ada di sampingku, tersenyum padaku dan memegang tanganku.

Seolah tak ada bahasa lain yang bisa mengungkapkan cinta kita, KITA hanya terdiam membisu. Saling bertukar bahasa kalbu. Kemudian ketika kita mengerti satu sama lain, bibir yang akan merespon semuanya. Dengan senyuman tipis namun penuh cinta. Lalu tangan kita saling bergenggaman erat, meyakinkan satu sama lain bahwa cinta kita tak akan mudah terlepaskan.

Kita. Bahagia.

16-10.

Advertisements