Another man.

Hi. Long time no see, my see-through-diary.

I am 21 years old now. Time flies so fast, right?

Hari ini aku ingin bercerita sesuatu, mengenai hati dan perasaan.

Aku jatuh cinta kepada seseorang yang kurang kusukai karakternya. Dia keras, mengutamakan otot daripada otak, plin-plan, kurang bisa mengontrol emosi, dan egois.

Namun sekitar 2 minggu terakhir, aku memutuskan untuk berpisah dengannya karena karakterku dan karakternya tidak cocok. Aku egois dan ingin didengarkan, begitu pula dengannya.

Dia adalah seseorang yang menginginkan kasih sayang yang lebih dengan cara selalu mencari perhatian, tidak bisa diam, dan wajahnya lucu karena ekspresinya mudah ditebak. Ia adalah seorang story-teller, semua cerita dari pengalaman dan hal-hal kecil mengenai dirinya akan diceritakan kepadaku. Aku mendengarkan celotehannya yang terdengar luar biasa di telingaku. Bagaimana tidak, ia pernah mengencani hampir 2 lusin perempuan yang ia kenal. Beberapa hanya berkenalan 1-2 hari kemudian resmi berpacaran, ada yang berpacaran 1 minggu, dan lebih pendek durasinya.

Namun yang tak kuduga-duga, ia mendaratkan perasaannya padaku. Ia berkata bahwa ia mencintaiku, menginginkanku, bercerita tentangku pada ibu dan ayahnya dan ingin menikahiku.

Aku memang tidak pernah percaya dengan apa yang dikatakannya, karena aku tahu itu semua tidak akan terjadi persis seperti apa yang ia katakan.

Aku tahu ending dari cerita ini, tapi entah mengapa aku mengharapkan itu terjadi.

Hari-hari bersamanya terasa menyenangkan, mengenal sisi baru dia yang unik dan lucu. Aku tidak pernah berhenti tersenyum dan tertawa saat ia mulai berbicara mengenai sesuatu. Aku menyukainya, entah itu karena dia seseorang yang ‘baru’ memasuki hidupku atau sifat over-protective dan over-pedulinya sehingga aku merasa bahwa aku adalah orang yang berharga dan penting baginya.

Tapi sepertinya kisah cintaku berakhir dengan cepat.

Aku adalah orang yang ingin didengarkan, dia adalah orang yang ingin didengarkan juga.

Untuk itu, aku sering mengatakan bahwa aku adalah milikku sendiri dan orangtuaku. Tidak ada yang berhak memiliku, meskipun banyak orang yang mendekatiku.

Namun ternyata, pemikirannya berjalan dengan lurus, penuh logika dan rasional. Jika aku tidak bisa memperhatikannya dan mencintainya seperti ia mencintaiku, maka ia akan berpikir “Is she the right person to be my woman?”.

Di sini mungkin saja aku egois, aku menyimpan semua temanku ada di dalam lingkaranku dan tidak ingin mengusirnya pergi. Namun itu yang membuat mereka terkekang dan menginginkan aku lebih, sedangkan aku tidak bisa melakukan hal itu.

Aku tak bisa. Aku hanya ingin memberikan hatiku dan perasaanku sepenuhnya untuk suamiku. Untuk laki-laki yang berani datang ke rumah untuk meminangku.

Namun ia tidak.

.

Hari-hari berlalu tanpa dirinya, suaranya dan ciri khas tertawanya yang membuatku rindu.

Rindu.

Namun rindu ini tidak boleh berlanjut sebab aku tahu, kapal yang pernah berlabuh dan berusaha pergi, tidak akan kembali lagi untuk kedua kalinya.

Iklan

Bimbang

Tak tahu dan tak mau tahu.

Hati ini milik siapa dan siapa pemilik hati ini.

 

Kepada Hati yang Tersakiti

Kepada hati yang tersakiti,

Ketahuilah, bahwa hati yang tersakiti merupakan tameng berlapis baja untuk menghalau panah yang lebih tajam.

Payung lebar yang mampu melindungi diri dari derasnya hujan.

Kacamata tebal yang bisa melindungi mata dari kecilnya debu.

 

Kepada hati yang tersakiti,

Bertahanlah.

Sesungguhnya hati tidak akan remuk dan hancur jika kita bisa mempertahankannya.

Hati tidak akan kemana-mana, masih ada dan tinggal di dalam tubuh kita. Untuk itu, jagalah dia.

Jangan sampai terulang kembali untuk di sakiti lagi.

 

Kepada hati yang tersakiti.

Well, it’s me again.

Hello.

It’s me.

It’s been a long time I didn’t write anything in this blog.

Hmm, this blog feels empty. I should write more.

So, what’s the reason I write back in this blog? Because,

  1. I miss this blog. I admit it, I really miss this blog-like-my-diary.
  2. Many things comes and goes.
  3. I really want to write again. To write something that makes me feel “Ah, so this is really my story? I can’t believe it I made this.” Maybe, that kind of writing.

And why I write all of this- probably ‘chit-chat’ because I want to learn English more. For maybe 4-5 months, I never speak up or write something in English. And when I try it, it’s like I never learn English. I can’t say anything -_-

That’s why.

Should I write a story again? A story that will hypnotize someone. A story that will make someone is crying or feel happy. A story between two people falling in love.

 

#TerusBergegas

Jawaban :

  1. Dangerously Perfect, Beautiful Liar, Best Rival, All You Can Eat, Aku Tahu Kamu Hantu, Surat Hafalan Delisa, Bidadar-Bidadari Surga, Bi!, Sweet Melody Series, BloodType Series, Winter in Tokyo, Elipsis. Dari jawaban tadi, yang berasal dari GagasMedia ada lima! Yah, maklum. Karya dari GagasMedia memang bagus sih. Hehe.
  2. Seingatku buku Winter in Tokyo karya Ilana Tan. Mengapa? Karena penggambaran Ilana Tan ini sangat nyata, sehingga yang membaca ikut mewek dah.
  3. Musik adalah kebahagiaan yang paling manis – Sweet Melody
  4. Of course, mah Jandro dari buku All You Can Eat. Dia itu sekseh bangeettt *ngiler*. Membayangkan tubuhnya aja bikin merangsang, apalagi kalau ‘ada’ yang nyata. Beuuwwhh. Jandro cocok untukku, karena aku bisa memuaskannya *mikir keras*. Maksudnya bisa manjain dia, meskipun aku lah yang lebih muda dari Jandro.
  5. Ending novelnya Aku Tahu Kamu Hantu karya Eve Shi. Sejak pertama baca karya Eve Shi ini, aku jadi tergila-gila sama novel genre horror atau misteri. Endingnya pun nggak melulu tentang mati, hilang, atau apalagi tentang cinta yang happily ever after. Ending dari novel ini si *siapa ya, lupa namanya* … Frans! Nah, Frans. Si hantu Frans ternyata punya dendam kepada… si cowok satunya, temen dari si cewek. Sumpah, lupa atuh. Intinya endingnya bikin pengen nambah. Kirain Aku Tahu Hantu ada serinya, ehhh… ternyata nggak ada. Kan nggantung dan serasa pengen nodong si penulis gimana lanjutan ceritanya. Hehe.
  6. Buku pertama GagasMedia yang kubaca? Hmm… All You Can Eat. Kalau tanya kenapa, sebenarnya sih karena promosi orang-orang. Thanks for that, aku jadi beli novel karya Christian Simamora itu dan langsunggg jatuh cinta! Gimana nggak jatuh cinta? Ceritanya aja super, lebih super dari Mario Teg*h. Konfliknya bikin greget.
  7. Judul To All The Boys I’ve Loved Before. Kenapa judul itu menurutku menarik? Karena… panjang banget -_- Novel lain aja pakai minimal tiga kata lah untuk judul, nah ini tujuh kata. Tapiii… buku ini bagus banget lho *katanya*, belum baca sih. Niatnya mau baca, tapi belum beli. Niatnya mau beli, eh, nggak punya uang. Hehe.
  8. 7 Deadly Sins series. Cover yang bergambar satu huruf dan ada kaligrafinya (?), misal si Beautiful Liar. Covernya hanya bergambarkan satu huruf, yaitu L dan dibarengi gambar kancil di sebelahnya. Simpel tapi menawan.
  9. Misteri is my way! Meskipun aku nggak suka film horror, tapi kalau masalah buku- I am da real MVP (?). Misteri itu bikin orang penasaran. Siapa sih pelakunya? Kok bisa begitu? Bukannya dia? Lho, kok? Karena pada dasarnya aku itu kepo (banget). Makanya genre misteri/horror cocok untukku.
  10. Ilana Tan. Bakal tanya ke dia, “Kok bisa sih nulis segitu hebatnya? Dapat ide darimana?” Because her book is amazing.
  11. Buku cetak lah. Bikin sakit mata aja baca e-book.
  12. Keep Producing Amazing Books because We NEED Great Books To Write Books

Happy Birthday untuk GagasMedia yang ke-12!

#TerusBergegas

http://www.gagasmedia.net

Soal Latihan Poltekkes

Tgl 24 Juni udah ujian POLTEKKES tp belum belajar sama sekali?
Atau udah persiapan matang tapi belum tahu tipe-tipe soal POLTEKKES yg dulu-dulu?

Kami jual soal-soal POLTEKKES campuran dari 2008-2014!

Harga pdf hanya 40rb
dan harga print out hanya 60rb

Ada pembahasannya juga loh!

Untuk pemesanan hubungi :
Line : @prelovedbooks4
BBM : 57AA1633
WA : +628563400240

Akankah kau mampu?

Sedih ya.

Melihat kenyataan yang berbanding terbalik dengan ekspektasi.

Menginginkan A, tetapi tak bisa mendapatkannya.

Menginginkan B, ada pihak C yang tidak menyetujuinya.

Menginginkan sesuatu itu boleh, tetapi kalau tidak bisa mendapatkannya? Akankah kau memperjuangkan sesuatu itu mati-matian dan mengorbankan seluruh hidupmu kepada ‘sesuatu’ itu?

Sebagian orang akan mengatakan ‘YA’.

Tapi bagiku, ‘TIDAK’ jawabannya.

Mungkin sesuatu yang bukan melibatkan perasaan itu bisa dikejar, tetapi sesuatu yang melibatkan perasaan terutama seseorang itu tidak bisa dikejar. Apalagi seseorang itu punya hal khusus yang memang tidak bisa dikejar.

Agama contohnya.

Mengejar seseorang yang berbeda agamanya, akankah kau mampu?

Mencintai seseorang dan ia pun mencintaimu, sayangnya kau islam dan dia kristen, akankah kau mampu?

Dan misalnya ia jelas selalu hadir ke gereja hari Minggu sedangkan kau menunaikan sholat 5 waktu tanpa ada hari Minggu-Mingguan yang melibatkan aktivitas duduk dan berdoa kepada Tuhan versi Kristen?

Sekali lagi.

Akankah kau mampu?