Why?

I actually don’t know.

Whether this feeling are hurting me or make me happy.

Cause once again, I fell in love with 2 persons.

You know, I can’t erase this feeling, a feel that I want everybody to love me. Because I think, love from my family isn’t enough to satisfy me. I need more and MORE.

I hate this. Why I never feel enough to love just one person? WHY?

And why I can’t love myself? I don’t like my body’s curve, I hate that I am fat, I don’t like that my lips are not sexy enough or I hate that my stomach are big. WHY? Why I always feel that everything isn’t enough? WHY?

Jauh Lebih Baik

Kepada seseorang yang jauh lebih baik dari diriku.

 

Hai, kamu.

Sekarang ini tak ada lagi gambaran tentang masa laluku yang gelap dan kelam.

Yang ada hanyalah sinar yang terpancar indah dari senyummu, tawamu, dan matamu.

Untuk itu, tolonglah diriku, gapai tanganku. Keluar dari masa laluku dan menyongsong masa depan bersama.

 

-DAS

Tetap Dalam Jiwa

Tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya

Semua waktu yang pernah kita lalui bersama nyata hilang dan sirna

Hitam putih berlalu, janji kita menunggu, tapi kita tak mampu

Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia

Bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa ku teruskan, dunia kita berbeda

Bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa

– Isyana Sarasvati

Munafik.

Munafik.

Mereka menginginkan apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka rasakan.

“Aku suka kamu karena kamu baik, care sama orang lain, dan bla bla..” ujungnya juga karena “Soalnya kamu cantik, baik, humoris.”

Lagi-lagi, mereka tertipu oleh keapikan wajah dan tubuh, tanpa tau jiwa dan raga telah sirna kesuciannya. Telah bersimbah dosa yang kotor sekotor-kotornya.

Munafik. Kalau saja wajah dan tubuh berganti ‘tidak ideal’. Akankah mereka datang dan bilang seperti itu?

Hati yang Ternoda

Bodoh. Aku benar-benar bodoh.

Meninggalkan seseorang yang mencintaiku hanya untuk mengejar seseorang yang menyukaiku.

Sekarang setelah seorang yang mencintaiku itu tidak percaya padaku dan ‘akan’ membenciku, bisakah aku kembali padanya dengan keadaan masih memikirkan seseorang yang menyukaiku?

Pasti ia akan menolakku.

Tapi apa yang ia jawab? “Aku cinta kamu dan aku nggak mau pisah sama kamu.”

Dia sangat mencintaiku. Sangat. Bahkan setelah aku melukai hatinya, ia tetap mencintaiku.

Bagaimana bisa aku memilih orang lain ketika ia adalah ada seseorang yang setia menungguku, memberikan cinta kasihnya padaku, memberikan tatapan cintanya padaku?

Sungguh bodoh sekali, aku.

Kini aku menyakitinya. Berkali-kali. Ia terus-terusan berkata “Jangan sakiti aku lagi.” atau “It’s hurt. Please don’t let me go”

Aku tertegun. Apakah kau terlalu sakit sehingga kau berencana untuk meninggalkanku? 😥

Baiklah.

Kalau itu membuatmu bahagia, maka tinggalkanlah.

Aku tak ingin mendengarmu menangis karenaku lagi. Aku ingin kamu tertawa. Aku ingin kau tidak tersakiti. Aku ingin Gallant yang ceria.

Tak apa. Aku di sini cukup mencintaimu dalam diam, seperti dua tahun lalu. Di mana aku akan selalu menengokkan kepalaku kebelakang sekedar melihat wajahmu, mengobrol dengan teman sebangkumu agar aku bisa mengobrol dengamu juga, dan sangat girang jika kau menganggu tidur pagiku.

Aku ingin memutar waktu. Hal yang tidak mungkin meski hanya untuk dipikirkan.

Seberapa kerasnya aku berusaha menata hatiku kembali dan memberikannya kepada sang pemilik, si pemilik mungkin tak akan menerimanya dengan sepenuh hati sebab hati ini pernah dinodai.