Loneliness.

Seorang anak kecil berlari dengan riang membawa sebuah lolipop besar di tangan kanannya. Ia tersenyum bahagia, begitu pula matanya. Memancarkan kesucian yang khas dari binar matanya. Ia memamerkan lolipop itu kepada kedua orang tuanya dan mereka ikut tersenyum. Suasana kekeluargaan mereka terpancar dari bahu mereka hanya karena sebuah lolipop.

That’s so cute. But this isn’t that kind of feeling.

Ah… perasaan ini datang lagi.

Sadness, loneliness, anger.

Tidak ada satupun perasaan di atas yang menggambarkan hati kebahagiaan.

Tidak ada.

Langit hitam muncul dengan pasukan awan kejamnya. Memerintahkannya untuk melepaskan butir-butir air yang mereka penjara. Air berteriak kepada awan hitam agar air tidak melemparnya ke bumi. Namun si awan hitam acuh dan mulai melepas borgol mereka. Satu-persatu. Tak ada perlindungan. Sendirian. Jatuh bebas ke bawah, kemudian hancur berkeping-keping.

That kind of feeling, that I feel. Maybe.

Can you please go away? This feeling, can you please go away?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s