A Dream

Hal yang paling membahagiakanku nanti bukanlah rengekan manja dan panggilan “Mama” yang keluar dari mulut anak kita kelak.

Bukan juga cincin emas 10 karat yang melingkar rapi di jari manisku.

Bukan sebuah genggaman tangan yang erat.

Tapi…

Sebuah perasaan ketika aku terbangun untuk menyapa indahnya pagi dan aku menemukanmu disana.

Disampingku. Tidur pulas dengan napas teratur. Memberikan irama lembut bagi pipiku.

Dan aku mencium pipimu seraya berbisik “Selamat pagi.”

But I know that is a dream.

A dream that never come true.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s