Ambang Batas

Mungkin aku memang sudah diambang keterlaluan.
Amarah yang memelukku seolah membuatku kalap sendiri.
Ditemani air mata kemarahan, aku melolong. Menghancurkan dan mengacaukan barang-barang yang tidak mempunyai dosa.
Bahkan aku berusaha untuk mengacaukan diriku sendiri. Tidak makan seharian, tidur seharian, menangis seharian. Dan tidak keluar rumah seharian. Mengunci pintu kamar dan menyetel musik keras-keras, meredam ketukan orang luar yang peduli denganku.
Aku hanya ingin sendiri.
Jangan ganggu aku.
Karena aku masih bergelut dengan diriku sendiri, pikiranku, dan perasaanku.

Tolong,
Jangan ganggu aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s